Minggu, 28 Februari 2016

Kingdom Plantae

PENGERTIAN DAN PENGELOMPOKAN KLASIFIKASI 5 KINGDOM (PLANTAE)

Pengertian dan Pengelompokan Klasifikasi 5 Kingdom (Plantae). Klasifikasi 5 kingdom yang lainnya adalah Plantae (Tumbuhan) yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  • Berklorofil
  • Sel eukariotik (multiseluler)
  • Sel tubuh memiliki dinding sel dari selulosa
  • tidak mempunyai alat gerak aktif
Pengertian dan Pengelompokan Klasifikasi 5 Kingdom (Plantae)
sumber:biology.tutorvista.com
Berdasarkan ada tidaknya jaringan pembuluh, tumbuhan diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

1. Tumbuhan tidak berpembuluh (Atracheophyta), dengan ciri-ciri yaitu:
- Belum memiliki akar, batang, dan daun sejati.
- Bentuk tubuh berupa lembaran (talus).
- Tidak memiliki berkas pembuluh.
- Air dan zat hara diangkut ke seluruh bagian sel secara difusi atau osmosis.

Tumbuhan yang termasuk ke dalam kelompok ini ada dua, yaitu:
  • Lumut (Bryophyta). dengan ciri-ciri yaitu: Struktur tubuh sangat sederhana, berklorofil, mengalami siklus pergiliran keturunan (metagenesis), dan dapat berkembang biak dengan generatif dan vegetatif. Perkembangbiakan lumut secara vegetatif dengan membentuk spora yang dihasilkan oleh sporogonium. Perkembangbiakan generatif pada lumut dilakukan dengan peleburan gamet jantan (spermatozoid) yang dihasilkan oleh anteridium, dan gamet betina (sel ovom) yang dihasilkan oleh arkegonium. Berdasarkan bentuknya, lumut dapat dibedakan menjadi dua kelas, yaitu: Lumut hati (hepaticeae), contoh: Marchantia polymorpha dan Lumut daun (Musci), contoh:Polytrichum commune.
  • Lumut kerak ( Lichen), dengan ciri-ciri: hasil penggabungan ganggang dan jamur (simbiosis mutualisme), reproduksi secara generatif dan vegetatif, hidup menumpang pada pepohonan, bebatuan, dan tanah yang tandus, sering dijadikan sebagai indikator polusi udara. Contoh:Parmelia acetabulum, Usnea barbata.
2. Tumbuhan Berpembuluh, dengan ciri-ciri yaitu:
- memiliki akar, batang dan daun sejati
- memiliki dua macam berkas pembuluh, yaitu xilem dan floem.
- Xilem (pembuluh kayu) berfungsi untuk mengangkut air dan mineral dari akar menuju daun, sedangkanfloem (pembuluh tapis) berfungsi untuk mengangkut sari makanan hasil proses fotosintetis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

Tumbuhan berpembuluh terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
* Tumbuhan paku (Pteridophyta), dengan ciri-ciri:
  • memiliki akar, batang dan daun sejati.
  • Berklorofil
  • Mengalami metagenesis (siklus pergiliran keturunan)
  • Berkembang biak secara vegetatif (dengan spora dan sporangium) dan generatif melalui pembuahan sel kelamin jantan (spermatozoid) dari anteridium dengan sel kelamin betina (sel ovum) dari arkegonium.
  • Memiliki dua jenis daun, yaitu tropofil (tempat fotosintetis) dan sporofil (tempat pembentukan spora)
Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku diklasifikasikan menjadi tiga yaitu:
  • Paku homospora, yaitu tumbuhan paku yang hanya menghasilkan satu jenis spora, contoh: paku kawat.
  • Paku heterospora, yaitu paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berbeda, yaitu makrospora (betina), contoh: paku rane.
  • Paku peralihan, yaitu paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama, contoh: paku ekor kuda.
*Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospremae), dengan ciri-ciri:
  • Tidak memiliki bunga
  • bakal biji tidak terlindungi daging buah.
  • Umumnya berakal tunggang.
  • Pembuahan terjadi secara tunggal
  • Berkembangbiak secara generatif.
Gymnospremae diklasifikasikan menjadi 4 famili, yaitu:
  • Cycadinae, contoh: pakis haji (Cycas rumpii)
  • Gnetinae, contoh: melinjo (Gnetum gnemon)
  • Coniferae, contoh: pinus (Pinus merkusii)
  • Ginkgoinae, contoh: Ginkgobiloba.
* Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae), dengan ciri-ciri yaitu:
  • Bakal biji terlindung daging buah
  • Akar tunggang atau serabut
  • Pembuahan terjadi secara ganda.
  • Memiliki bunga sebagai alat perkembangbiakan (benang sari sebagai alat kelamin jantan dan putik sebagai alat kelamin betina)
Berdasarkan jumlah daun lembaga, angiospermae terbagi menjadi dua subkelas, yaitu:
  • Monokotil (tumbuhan berkeping satu)
  • Dikotil (tumbuhan berkeping dua) 
BAGIANMONOKOTILDIKOTIL
AkarSerabutTunggang
BatangBeruas dan berbuku, tidak bercabangTidak beruas dan berbuku, bercabang-cabang
Tulang DaunSejajar atau MelengkungMenyirip atau menjari
Keping BijiSatuDua
Perhiasan BungaMahkota bunga berjumlah 3 atau kelipatannyaMahkota bunga berjumlah 2,4,5, atau kelipatannya
Berkas PembuluhTersebar pada batangTersusun dalam lingkaran pada batang

sumber:  http://www.aktifbelajar.com/2015/08/pengertian-dan-pengelompokan_21.html

Kingdom Animalia

PENGERTIAN DAN PENGELOMPOKAN KLASIFIKASI 5 KINGDOM (ANIMALIA)

Pengertian dan Pengelompokan Klasifikasi 5 Kingdom (Animalia). Ciri khas hewan adalah tidak mempunyai klorofil, mempunyai alat gerak, eukariotik, dan multiseluler. Berdasarkan ada tidaknya ruas tulang belakang, hewan diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu:
  • Avertebrata (hewan tak bertulang belakang)
  • Vertebrata (hewan bertulang belakang)
Tabel Perbedaan Avertebrata dan Vertebrata 
BAGIAN TUBUHAVERTEBRATAVERTEBRATA
Rangka TubuhTerletak di luar (eksoskeleton)Terletak di luar (endoskeleton)
Ruas Tulang BelakangTidak adaAda
Letak Susunan SarafDi bawah saluran pencernaanDi atas saluran pencernaan

Setelah kita mengetahui perbedaannya, sekarang akan saya jabarkan ciri dan contoh avertebrata dan vertebrata berikut ini:
Pengertian dan Pengelompokan Klasifikasi 5 Kingdom (Animalia)

1. Avertebrata (Hewan tak bertulang belakang)
Kelompok hewan ini dibagi menjadi enam filum, yaitu:
  • Hewan Berpori (Porifera), Ciri-Cirinya: Terdapat pori-pori halus pada seluruh permukaan tubuh, rangka tubuh terdapat di luar dan tersusun atas duri-duri (spikula), memiliki sel-sel leher (koanosit) yang mempunyai flagela. Contoh: Leucosolenia, Spongila, Euplectella, dan Euspongia.
  • Hewan Berongga (Coelenterata), Ciri-cirinya: tubuh berongga dengan mulut di kelilingi oleh tentakel, bentuk tubuhnya ada yang melekat di dasar perairan (polip) dan ada yang hidup bebas berenang di perairan (medusa). Contoh: Hydra, Obelia, Aurellia aurita dan anemon laut.
  • Cacing (vermes), berdasarkan bentuk tubuhnya, cacing dikelompokan menjadi tiga, yaitu:
- Cacing Pipih (Platyhelminthes) contoh: Taenia saginata (cacing hati)
- Cacing giling (Nemathelminthes) contoh: Enterobius vermicularis (cacing kremi)
- Cacing gelang (Annelida) contoh: Lumbricus terestris (cacing tanah)
  • Hewan lunak (molusca), Ciri-ciri: tubuhnya lunak dan dapat mensekresikan lendir, tubuhnya dilindungi oleh cangkang yang keras, Molusca dapat hidup di air laut, air tawar dan di daratan, terdiri atas tiga kelas yaitu cumi-cumi (Cephalopoda), kerang (Lamellibranchiata), dan siput (Gastropoda). Contoh: Achatina fulica (bekicot), Loligo fulii (cumi-cumi).
  • Hewan berbuku-buku (Arthropoda), Ciri-ciri: memiliki tubuh dan kaki yang berbuku-buku, pada kulit terdapat rangka luar dari zat kitin, tubuh bilateral simetris, sistem peredaran darah terbuka, sistem saraf tangga tali dan bermata tunggal atau majemuk. Arthropoda terbagi atas empat kelas, yaitu serangga (Insecta), udang-udangan (Crustacea), laba-laba (Arachnida), dan lipan ( myriapoda).
  • Hewan berkulit duri (Echinodermata), Ciri-cirinya: Tubuh terselimuti rangka luar berupa zat kapur dengan duri-duri kecil, bergerak dengan kaki ambulakral, alat pernapasan berupa insang. Echinodermata dikelompokan menjadi lima kelas yaitu Bintang laut (Asteroidea), landak laut (Echinoidea), bintang ular (Ophiuroidea), lili laut (Crinoidea), dan teripang (Holothuroidea).
2. Vertebrata (hewan bertulang belakang)
Vertebrata dikelompokan menjadi lima kelas yaitu:
  • Pisces, berbagai jenis ikan bertulang keras dan bertulang rawan, Contoh: ikaln mas, ikan salmon dan lain-lain.
  • Amphibia, berbagai jenis katak dan salamander.
  • Reptilia, hewan melata, yaitu berbagai jenis ular, kadal, buaya, dan kura-kura.
  • Aves, unggas dan berbagai jenis burung. Contoh: ayam, itik, burung beo.
  • Mamalia, berbagai jenis hewan menyusui. Contoh: kanguru, paus dan lain-lain.

sumber:  http://www.aktifbelajar.com/2015/08/pengertian-dan-pengelompokan_9.html

Sistem Pernapasan Manusia

SISTEM PERNAPASAN MANUSIA (PENGERTIAN, JENIS, DAN FUNGSI ALAT PERNAPASAN)

Pernapasan (respirasi) adalah proses pengambilan oksigen dan pengeluaran sisa oksidasi (reaksi dengan oksigen) di dalam tubuh berupa karbon dioksida dan uap air melalui alat pernapasan. Pernapasan meliputi dua proses, yaitu:
  • Inspirasi, yaitu pemasukan udara luar ke dalam tubuh melalui alat pernapasan
  • Ekspirasi, yaitu pengeluaran udara pernapasan ke luar tubuh melalui alat pernapasan.
Berdasarkan tempatnya, respirasi terbagi atas:
  • Repirasi eksternal, yaitu pertukaran gas (O2 dan CO2) dari udara luar masuk ke aliran darah melalui alveolus (alat pernapasan)
  • Respirasi internal, yaitu pertukaran gas O2 dan CO2 yang terjadi di dalam sel-sel tubuh.
Sistem Pernapasan Manusia
ALAT PERNAPASAN MANUSIA
sistem respirasi (pernapasan) pada manusia disusun oleh organ-organ yang terdiri atas:

1. Hidung
Pada rongga hidung terdapat kelenjar mukus dan rambut hidung yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk kerongga hidung. Kelenjar mukus menghasilkan lapisan lendir yang berfungsi untuk menangkap kotoran halus agar udara yang masuk ke tenggorokan menjadi lebih bersih. Fungsi rongga hidung, yaitu:
  • Tempat masuknya udara
  • Penyaring udara melalui rambut-rambut halus dan lendir di dalam hidung.
  • Sebagai indra penciuman
2. Faring (Tekak)
Faring merupakan persimpangan antara saluran pernapasan (tenggorokan) dan saluran pencernaan (kerongkongan) yang berfungsi untuk meneruskan udara yang masuk menuju pangkal tenggorokan.

3. Laring (Pangkal Tenggorokan)
Laring merupakan daerah pangkal tenggorokan, berfungsi sebagai tempat melekatnya selaput atau pita suara. Pada laring terdapat katup epiglotis yang otomatis tertutup saat menelan makanan hingga tidak masuk ke saluran pernapasan. Laringtis (infeksi laring) terjadi bila udara kotor masuk. Gejala yang lebih parah menyebabkan pembengkakan pita suara hingga suara serak.

4. Trakea (Batang Tenggorokan)
Trakea terletak di depan kerongkongan dan tersusun atas tulang-tulang rawan berbentuk cincin. Dinding bagian dalam trakea dilapisi oleh jaringan epitel berambut (bersilia), yang berfungsi menahan dan mengeluarkan kotoran yang terbawa oleh udara agar tidak masuk ke paru-paru dan dikeluarkan melalui bersin.

5. Bronkus dan Bronkiolus
Bronkus merupakan percabangan trakea yang berfungsi untuk membawa udara menuju paru-paru kiri dan kanan. Percabangan bronkus di dalam paru-paru disebut Bronkiolus

6. Paru-Paru (Pulmo)
Paru-paru merupakan organ pernapasan yang terletak di dalam rongga dada dan terdiri atas dua bagian, yaitu paru-paru kanan (terdiri atas tiga lobus) dan paru-paru kiri (terdiri atas dua lobus). Pada paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. Bronkiolus mengalami percabangan yang diujungnya terdapat gelembung alveolus.Alveolus adalah gelembung-gelembung udara yang sangat kecil dan banyak, dan berfungsi sebagai alat pertukaran udara pernapasan CO2 dengan O2 di dalam paru-paru.


sumber:  http://www.aktifbelajar.com/2015/09/sistem-pernapasan-manusia.html

Sistem Pencernaan

Seperti telah dibahas di artikel sebelumnya, dalam tubuh manusia terdiri dari berbagai macam organ yang membentuk sistem organ yang kesemuanya saling berkaitan satu sama lain. Salah satu sistem organ yang ada pada tubuh manusia adalah sistem penceraan. Apa saja sih organ yang berperan dalam sistem pencernaan manusia? Berikut ulasan lengkapnya

Sistem pencernaan pada tubuh manusia berfungsi untuk menghancurkan makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia dari bentuk yang kasar menjadi bentuk yang lebih halus dengan bantuan gigi dan dengan bantuan enzim – enzim pencernaan makanan tersebut akan dirubah dari zat yang masih kompleks menjadi molekul – molekul yang lebih sederhana untuk mempermudah proses penyerapan sari – sari makanan. Selain itu sistem pencernaan juga berfungsi untuk membuang sisa – sisa makanan yang sudah tidak diperlukan tubuh karena keberadaan zat tersebut justru akan menjadi racun bagi tubuh manusia jika tidak dikeluarkan.

Sistem Pencernaan Manusia
Sistem Pencernaan Manusia


Proses pencernaan pada tubuh manusia dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
  1. Pencernaan mekanik, yaitu proses pengubahan makanan dari bentuk kasar menjadi bentuk yang lebih kecil atau halus. Proses ini dilakukan dengan menggunakan gigi di dalam mulut.
  2. Pencernaan kimiawi, yaitu proses pencernaan makanan dimanan makanan yang masih berbentuk zat – zat kompleks dirubah menjadi zat – zat yang lebih sederhana dengan bantuan enzim – enzim pencernaan, yang dimulai dari mulut, lambung, dan usus.
Proses pencernaan makanan tersebut meliputi hal – hal berikut :
  1. Ingesti yaitu proses memasukan makanan melalui mulut   
  2. Mastikasi yaitu proses pengunyahan makanan menggunakan gigi
  3. Deglutisi yaitu proses menelan makanan di kerongkongan
  4. Digesti yaitu proses perubahan makanan dari zat yang kompleks menjadi molekul – molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim yang ada di lambung
  5. Absorbs yaitu proses penyerapan sari – sari makanan yang terjadi di usus halus
  6.  Defekai yaitu proses pengeluaran sisa – sisa makanan yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh melalui organ anus
Organ – organ yang berperan dalam sistem pencernaan diantaranya yaitu : mulut, esophagus, perut, usus kecil, usus besar dan anus.

1.    Rongga mulut

Proses pencernaan makanan pada tubuh manusia pertama kali terjadi di dalam rongga mulut. Di dalam rongga mulut makanan dicerna baik secara mekanik maupun kimiawi. Di dalam mulut terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan yaitu : gigi, lidah, dan kelenjar ludah.

a.    Gigi

Gigi berperan dalam proses pencernaan makanan secara mekanis. Di dalam mulut terdapat gigi seri yang berfungsi untuk memotong makanan, gigi taring untuk mengoyak makanan, dan gigi geraham untuk mengunyah. Proses pencernaan makanan secara mekanik ini akan membuat bentuk makanan lebih kecil dan halus sehingga akan memudahkan enzim – enzim pencernaan dalam mencerna makanan agar lebih cepat dan efisien.

b.    Lidah

Lidah membantu mengatur penempatan makanan sehingga dapat dikunyah oleh gigi atas dan gigi bawah. Selain itu lidah juga membantu mencampur makanan dan menelan makanan.
Pada lidah terdapat banyak reseptor yang berfungsi sebagai alat pengecap atau perasa sehingga lidah dapat merasakan rasa manis, asin, pahit, dan asam.

c. Kelenjar ludah

Dalam mulut terdapat tiga macam kelenjar ludah yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula sublingualis. Air ludah berperan penting dalam proses pencernaan kimiawi di dalam mulut. Setelah makanan dihancurkan oleh gigi , air ludah berperan secara kimiawi dalam proses membasahi dan membuat makanan menjadi lembek agar mudah ditelan.

Ludah terdiri dari 99 % air dan enzim amylase. Enzim ini menguraikan pati dalam makanan menjadi gula sederhana (glukosa dan maltose). Makanan yang telah melewati proses pencernaan mekanik dan kimiawi dalam mulut selanjutnya akan masuk ke kerongkongan untuk melewati proses pencernaan selanjutnya. Makanan yang telah dilumatkan oleh air liur ini disebut bolus.

2.    Saluran pencernaan

Saluran pencernaan pada manusia terdiri dari beberapa organ. Berikut beberapa organ dalam saluran pencernaan manusia :

a. Kerongkongan (esophagus)

Kerongkongan merupakan saluran panjang kurang lebih 25 cm.yang tipis yang berfungsi sebagai jalan bolus dari mulu ke lambung. Jalannya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan ini disebabkan oleh adanya suatu gerakan yang disebut gerakan peristaltic pada dinding otot kerongkongan. Gerakan peristaltic ini terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian si lapisan otot dinding kerongkongan.

b. Lambung (ventriculus)

Lambung merupakan saluran perncernaan yang terletak di bawah sekat rongga badan. Lambung mempunyai bentuk menyerupai kantung. Di dalam lambung terjadi pencernaan mekanik yang dibantu oleh dinding lambung dan perncernaan kimiawi yang dibantu oleh getah lambung. Lambung ini berfungsi sebagai tempat untuk menampung makanan.

c. Usus Halus

Usus halus berfungsi untuk menyerap nutrisi yang terdapat dalam makanan. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan secara kimiawi dengan bantuan berbagai macam enzim pencernaan.

d. Usus Besar

Setelah nutrisi dan makanan diserap di usus halus, makanan akan disalurkan ke usus besar. Fungsi utama usus besar adalah untuk menyerap air dan elektrolit dari sisa pencernaan dan menyimpan kotoran sampai diekskresikan.

e. Rectum

Rektum (poros usus) merupakan organ pencernaan yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung feses.

f.    Anus

Feses akan didorong oleh otot – otot polos menuju ke anus sebelum akhirnya dibuang ke luar tubuh. Proses pembuangan festes ini dinamakan defekasi. Otot – otot disekitar anus akan berkontraksi sehingga anus membuka dan mengeluarkan feses.

3.    Kelenjar Pencernaan

Organ – organ pada kelenjar pencernaan meliputi :

a. Hati yang berfungsi untuk:

  • Menghasilkan empedu sebagai kelenjar eksoren
  • Untuk menyimpan cadangan lemak, glikogen, vitamin A, B12,D, dan albumin
  • Fungsi utama hati biasanya dikaitkan dengan detoksifikasi zat – zat beracun dalam pencernaan

b. Pankres 

Yaitu kelenjar yang menghasilkan beberapa enzim pencernaan diantaranya yaitu protease, nuclease, amylase, dan lipase. Keluarnya enzim dari kelenjar pancreas bergantung pada aktifitas hormone sekretin yang dihasilkan oleh usus dua belas jari pada saat makanan masuk ke dalamnya.

c.    Kelenjar Empedu

Fungsi utama dari kantung empedu adalah untuk menyimpan empedu sampai dibutuhkan untuk pencernaan. Kandung empedu juga membantu proses pencernaan lemak.



sumber:  http://www.abimuda.com/2015/03/penjelasan-sistem-organ-pencernaan-pada-manusia-beserta-fungsinya.html